Semin alias Kisut, memegang cinderamata yang akan diserahkan kepada Bupati Wonogiri/foto:tim batas media©batas.id

Batas.ID~Wonogiri-Senyum manis tersungging di bibir pria ini, senyuman khas orang dusun sebagai masyarakat kecil atau sering disebut wong cilik.

Pria ini bernama lengkap Semin, namun ia lebih terkenal dengan panggilan Kisut. Pria ini dilahirkan dipelosok desa kecil Desa Pucung, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, 44 tahun silam, tepatnya pada 18 Desember 1974.

Kisut, begitu dia biasa dipanggil, menjadi pusat perhatian di perhelatan puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 Tingkat Kabupaten Wonogiri yang digelar di Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, pada Kamis, 15/11/2018, kemarin-red.

Dari tangan pria inilah lahir karya luar biasa sebagai warga difabel, sentuhan tangan dinginnya siap meramaikan “perbatikan” di Kabupaten Wonogiri.

Baca Juga  Belajar Unik ala Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Sanggrong
Di atas panggung, bupati wonogiri, mas jekek, menerima cinderamata batik kardif dari Semin alias Kisut/foto:tim batas media©batas.id

Kisut adalah salah satu warga difabel yang beberapa waktu lalu mendapatkan pelatihan “membatik” yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Pucung, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, dengan menggandeng pelatih membatik yang cukup berpengalaman dibidang keterampilan membatik bagi difabel, sekaligus seorang Guru SLB/B.C. YMS Baturetno, Siti Yuliati, S.Pd.

Sebanyak enam orang warga difabel ikut dalam produksi batik dengan fokus pada teknik batik cipratan. Tahapan demi tahapan dilakukan mulai dari proses menciprat malam, mewarnai, pengobatan, perebusan hingga penjemuran.

Jenis batik yang diajarkan ada tiga macam yaitu batik shibori, batik ciprat dan batik tulis. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Desa Pucung terhadap warga difabel yang patut mendapatkan perhatian dari pemerintah desa.

Baca Juga  Bupati Tegas Bantah, Wonogiri Penyebab Banjir Di Hilir Bengawan Solo

Kepala Desa Pucung, Kateno, mengungkapkan bahwa selama ini banyak warga difabel yang belum mendapatkan perhatian dari desa, sehingga pemerintah Desa Pucung melalui dana desa, menganggarkan untuk melatih keterampilan bagi warga difabel.

“Mereka mempunyai hak yang sama dengan masyarakat yang lain. Harapannya kedepan, melalui pelatihan ini warga difabel mampu mandiri secara ekonomi,” kata Kepala Desa Pucung beberapa waktu yang lalu.

Kemarin, digelaran puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 Tingkat Kabupaten Wonogiri, warga difabel pengrajin batik yang diwakili oleh Kisut, memberikan cinderamata kepada Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, dua buah batik dari difabel.

Dari senyum di wajah Kisut, meski tak terucapkan dengan kata-kata, Kisut mewakili warga difabel di Kecamatan Kismantoro, mengucapkan terima kasih kepada Mas Jekek (panggilan Bupati Wonogiri-red), atas semua perhatiannya kepada warga difabel, semoga selalu diberi kesehatan dalam memimpin Wonogiri dan amanah untuk Sesarengan mBangun Wonogiri.