Ilustrasi by : Google

Batas.id~OPINI— Media sosial ( Facebook, Twitter, WA dan sejenisnya ) adalah media sosial yang bebas, sebebas-bebasnya mengeluarkan pendapat, memberikan satu link berita baik dari Media yang dapat dipercaya akurasi dan sumbernya maupun media-media yang hanya mencari traffic semata. Dari Media sosial ini juga kita akan secepat kilat mendapatkan informasi-informasi dari teman-teman Medsos kita, begitu juga akan secepat itu pula kita merubah nalar kita tergiring terhadap suatu peristiwa yang sebenarnya kita tidak mengerti, mengalami dan memahami. Tentu tidak semua sumber dari kawan Medsos kita itu beritanya tidak bisa dipercaya, tetapi pasti ada satu keinginan dari pembawa berita itu agar kita turut merasakan, melihat dan mengalami terhadap apa yang mereka pikirkan.

Kita harus sangat berhati hati dalam memahami dan mencerna tentang kebenaran dari berita yang kita dapat tersebut dengan merujuk kepada Media yang dapat dipercaya. Lalu bagaimana kita mengetahui Media yang dapat dipercaya itu….? Ya… sangat sulit, tentunya berita-berita miring yang mendiskreditkan sesuatu: Orang/Tokoh, Barang/Produksi/Merk akan sangat banyak diminati oleh Pembaca, dan itulah biasanya Media yang tidak bertanggungjawab akan menggiring kita sebagai Ladang pembaca untuk meraup suatu keuntungan. Sementara di sisi lain pikiran kita telah terbius dengan apa yang diberitakan oleh Media tersebut. Ada beberapa cara melihat apakah Media ini terpercaya atau tidak, Lihatlah apakah mereka mencantumkan Alamat dari Redaksi mereka. Apakah Media tersebut berbentuk Perusahaan Pers, Blog Pribadi atau tidak mencantumkan apa-apa. Lihatlah judul hari Artikel, Laporan/liputannya, Media yang kurang bertanggung jawab lebih banyak menggunakan kata-kata ” HEBOH”, “MENGEJUTKAN”, “TOLONG JANGAN DI ABAIKAN”, “TOLONG DI SHARE”.

Baca Juga  Konsep perlindungan hutan dikalangan Pelajar
Ilustrasi by : Google
Ilustrasi by : Google

Sebagai Contoh kecil : Dikabarkan dengan menggunakan link di Media Sosial bahwa Kandungan Whi*e C*ffie adalah mengadung Zat Emulsifier E471 walaupun sudah dicantumkan Logo Halal dari MUI ( Lihat link ini ), dan kenyataan yang bisa kita ambil dari kutipan MUI melalui situs resminya adalah sebagai berikut :

Sehubungan dengan semakin maraknya pemberitaan mengenai kandungan E471 pada L*wak Wh**e Kof**e, maka untuk menghindari kebingungan masyarakat berkaitan dengan hal tersebut, bersama ini LPPOM MUI menyampaikan penjelasan sebagai berikut ( lihat selengkapnya di sini )
Dan ribuan contoh yang menurut penelusuran kami merupakan berita yang tidak benar.
Selain itu kita juga harus teliti tanggal, bulan dan tahun berapa berita tersebut diposting oleh Media, apakah berita tersebut sudah usang/kadaluwarsa sehingga mungkin sudah diadakan perubahan, perbaikan maupun sangkalan atas berita yang akan kita share. Kita salah menshare berita kadaluwarsa maka sejatinya kita telah menjerumuskan orang lain dengan berita yang tidak Up to date dan benar. Kadang kita terlalu yakin akan kebenaran berita dengan melihat Media ( domain ) yang sangat Agamis dan Religius, padahal membuat situs dengan domain .com semudah membalikkan telapak tangan. Banyak orang mamanfaatkan nama domain yang Religius untuk mengelabuhi Pembaca yang “religius” pula, yang tanpa peduli dan berusaha tahu siapa penulis dan Medianya, kebenaran atas beritanya dan aspek lainnya.
Pada hakikatnya informasi itu sangat penting bagi kita, tetapi yang terpenting adalah carilah informasi yang hanya penting untuk kita.
Redaksi-batas.id