Skyegrid, Platform Game Streaming Android Pertama

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Ingin bermain game seperti Fornite, Assasin’s Creed Origins, atau Far Cry 5 tapi laptop dan ponsel Anda kurang mumpuni? Tak usah khawatir, karena sekarang ada Skyegrid.

Skyegrid merupakan platform game streaming berbasis komputasi awan (cloud) atau yang populer disebut cloud gaming. Dengan solusi itu, siapa pun dapat bermain game triple A (AAA) dengan perangkat apa pun.

Baca Juga: Strategi Menghadapi Era Digital dengan 3C

Jika memiliki laptop kerja biasa berbasis Windows, MacBook, dan iMac, atau pun ponsel pintar Android, Anda bisa bermain game secara cukup menyenangkan. Bahkan, Skyegrid dianggap sebagai platform cloud gaming pertama di Indonesia.

“Selama ini, untuk memainkan game tripel A, kita membutuhkan konsol game, misalnya PlayStation, Xbox, atau personal computer berspesifikasi tinggi. Tapi, tidak semua orang mampu membelinya,” ujar Rolly Edward, CEO Skyegrid, dalam peluncurannya di Jakarta, Kamis (9/8).

Baca Juga  Kini, Pelanggan Indihome Bisa Bayar Tagihan via Tokopedia
ROLLY EDWARD, CEO Skyegrid

Bayangkan, konsol game Sony PlayStation 4 (500 GB) dibanderol seharga Rp3,5 juta; unit televisi ukuran 32 incinya seharga Rp2,5 juta; belum termasuk game-game-nya yang rata-rata seharga Rp300.000. Jika ditotal bisa menghabiskan Rp6,3 juta.

Itulah yang menjadi alasan Rolly dan teman-temannya untuk mengembangkan cloud gaming bernama Skyegrid. Sehingga, tanpa membeli perangkat yang mahal itu, siapa pun sudah bisa bermain game. Tapi, karena berbasis cloud, gamer mesti mendaftar dan berlangganan.

Baca Juga: Wisatawan Milenial di Asia Pasifik Ingin Hal-Hal Baru

Untuk tahap awal, Skyegrid menyediakan 50-an judul game AAA terpopuler di Tanah Air dari 25-an penerbit game global. Penerbit-penerbit itu di antaranya Ubisoft, CD Project, Epic Games, 2K, dan masih banyak lagi. Sampai akhir tahun nanti, jumlahnya akan ditambah menjadi 120 game.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan Skyegrid merupakan contoh economy sharing. Sebab, “Teknologi ini bisa memberikan stimulan kepada teman-teman pengembang lokal di Indonesia untuk menuju pasar internasional,” kata Rudiantara.

Baca Juga  Dirgahayu RI, Madame Tussauds Singapore Hadirkan Patung Jokowi

Dengan begitu, Direktur Infrastruktur Teknologi Informasi Komunikasi Badan Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam menambahkan, Skyegrid sangat mungkin menjadi nafas baru bagi industri game, khususnya pengembang game lokal pada masa depan.

Jika melihat potensi pasar game nasional, nilainya besar sekali. Pada 2017, nilai pasar video game di Tanah Air mendekati US$900 juta (Rp13 triliun). Sayangnya, porsi lokalnya tidak sampai 5%. “Saya berharap Skyegrid mampu menggenjot porsi lokal dari 5% menjadi 10 atau 20% dan seterusnya,” kata Muhammad.●

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto: Skyegrid

Artikel Asli