• Spire Research turut andil dalam festival seni dan budaya internasional Malaysia.
  • Spire juga terlibat dalam menyurvei umpan balik pengunjung festival.

 

BATASTECHNO~Kuala Lumpur- Spire Research and Consulting, perusahaan riset global yang berkantor pusat di Singapura, menjadi mitra riset resmi KL International Arts Festival 2017. KL International Arts Festival adalah sebuah program ambisius untuk pertunjukan dan seni visual yang menampilkan nuansa beragam dan kompleks, tapi kaya dan seimbang.

 

Festival yang digelar sejak 31 Agustus hingga 1 Oktober itu dimeriahkan dengan berbagai hiburan, antara lain konser, pertunjukan, pameran, dan lokakarya. Kegiatan itu tidak hanya mencontohkan budaya Malaysia yang kaya, melainkan juga memberi kesempatan kepada masyarakat setempat untuk menampilkan budaya dari seluruh dunia melalui lima genre, yakni musik, tari, teater, sastra, dan seni visual.

Baca Juga  Mengenal Reebonz E-commerce Hub Singapura yang Baru

Seperti disebutkan dalam laman website Spire Research, DiverseCity, penyelenggara KL International Arts Festival 2017, juga akan melakukan survei untuk mendapatkan umpan balik dari para pengunjung. Hasil survei itu akan dijadikan tolok ukur berdasarkan fakta untuk membantu mereka dalam memperbaiki perkembangan seni di Malaysia.

Country Manager Spire Malaysia John Yam bersama peneliti utama Yap Far Loon dan manajer proyek Iqmal Roslin dilibatkan dalam festival itu. Spire Malaysia menjadi mitra bersama University of Nottingham Malaysia.

BATAS.ID- TechnoBusiness |Foto-Foto: DiverseCity