BATAS.ID~ Wonogiri–Era globalisasi saat ini, dukungan teknologi sangat diperlukan di semua aspek kehidupan terlebih dunia bisnis, termasuk didalamnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Globalisasi menuntut para pelaku bisnis lokal untuk bersaing dengan dunia internasional.

Menanggapi hal ini STMIK Duta Bangsa Surakarta mengadakan pelatihan melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang diketuai oleh Rudi Susanto di Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, Jawa Tengah.

Acara di adakan pada hari Sabtu 30 Juni 2018 mulai pukul 09.00 –selesai di tempat pelaku usaha Empon-empon yang berada di Desa Pucung, Kecamatan Kismantoro.

Pelatihan ini untuk membantu masyarakat me-modernisasi-kan usaha local sehingga mampu bersaing dengan pasar internasional. Materi pelatihan yang disampaikan Tim PKM meliputi aspek produksi, manajemen dan pemasaran.

Baca Juga  Ini Kebijakan Baru Lazada untuk Pelaku Usaha Online

Mitra kegiatan PKM ini adalah UD. Jahe Wangi dan UD. Tani Tlaten yang bergerak pada bidang usaha pengeringan empon-empon untuk bahan obat herbal. Dalam pelatihan ini Mitra dibekali dengan pengetahuan-pengetahuan tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baik dan benar. Diajarkan pula cara menjual melalui internet, seperti melalui penyedia pasar online seperi Akibaba yang menjadi bahan ajarnya karena “marketplace” tersebut mempunyai pasar internasional fan cangupan pasar dan produk yang luas.

Berdasarkan keterangan Rudi Susanto, Ketua Tim PKM STMIK Duta Bangsa Surakarta, alasan memilih bidang usaha Empon-Empon karena selain sebagai bahan obat herbal di Indonesia, kecamatan Kismantoro mempunyai potensi untuk pengembangan empon-empon.

Baca Juga  Ikuti Workshop Bagaimana Menjadi Kaya

“Potensi empon-empon di kismantoro ini harus dikembangkan sehingga mampu merambah pasar internasional sehingga melalui pelatihan ini diharapkan menjadi trigger pengembanan empon-empon dan semakin meningkatkan ekonomi dari pelaku UMKM dan masyarakat Kismantoro pada umumnya” paparnya.

REYMOND SUPRIANTO|