Strategi DIP Korea Ekspansi ke Jakarta

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Daegu Digital Industry Promotion Agency (DIP), agensi iklan yang berbasis di Daegu, Taegu-jikhalsi, Korea Selatan, hari ini resmi masuk ke pasar Indonesia.

DIP tidak sendiri, melainkan bersama delapan perusahaan rintisan (startup) dari kotanya. Mereka masuk ke Jakarta dengan menggandeng CoHive, operator cowoking space terbesar di Tanah Air; dan akselerator GnB Accelerator.

Baca Juga: Wow, Canggihnya Smart Panda Bus Buatan China Ini

Keputusan itu sebagai tindak lanjut atas kunjungan studi mereka ke Jakarta selama empat hari. Selama itu, mereka bertemu dengan para startup asal Indonesia dan mengeksplorasi peluang potensial satu sama lain.

DIP masuk ke Indonesia dengan menggandeng CoHive dan GnB Accelerator agar bisa juga ekspansi ke pasar Asia Tenggara lainnya.

Menurut Presiden DIP Seung Hyup Lee, langkah tersebut dilakukan demi memperkuat kemampuan mereka dalam memasuki negara-negara asing melalui inkubasi, lokalisasi, akselerasi, investasi, dan kemitraan.

Baca Juga  Accenture: Pada 2025, Separuh Karyawan Kami Kaum Perempuan

Tidak malu-malu, Lee mengakui bahwa DIP masuk ke Indonesia dengan menggandeng CoHive dan GnB Accelerator agar bisa juga ekspansi ke pasar Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia dan Singapura.“Kami berharap mereka memahami lingkungan bisnis di Indonesia dan secara bertahap maju ke luar negeri melalui pertemuan dengan investor dan mitra bisnis,” ungkap Lee.

Baca Juga: Optimisme Jokowi dan Prediksi ManpowerGroup

Co-founder dan Chief Strategy Officer CoHive Ethan Choi tak menampik bahwa kerja sama antara CoHive, GnB Accelerator, dan DIP dilakukan demi membangun sinergi startup antara Indonesia dan Korea Selatan.

“Indonesia memiliki peluang pasar terbesar di Asia Tenggara. Sebagai buktinya, dalam waktu kurang dari lima tahun, ada empat startup yang berkembang menjadi unicorn,” ungkap Ethan.

Baca Juga  Tokio Marine Mengedukasi Pasar Asuransi via Serial Film

Di sisi lain, sebagai negara maju, Korea Selatan berhasil mengembangkan ekosistem startup berbasis teknologi canggih. Hasilnya, lanjut Ethan, dapat diadopsi demi meningkatkan infrastruktur startup di Tanah Air.●

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto: CoHive

 

Artikel Asli