BATAS.ID~Jakarta-Komite Selamatkan Alam Indonesia (KSAI), Save Slamet, Cilongok Bersatu (Ciber) dan bersama masyarakat terdampak pembangunan proyek PLTPB Baturaden menggelar panggung seni dan budaya, pada Minggu (12/11/17), di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.

Pagelaran seni puisi dan nyanyian yang diisi oleh seniman lokal Ampas Kopi Purwokerto dan pembicara dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Wahli) serta aktivis, dalam rangka penolakan pembangunan Pembakit Listrik Tenaga Panas Bumi yang berlokasi di hutan lindung Gunung Slamet.

Acara yang di gelar sejak jam 11.00 hingga 20.00WIB berjalan lancar. Peserta yang datang dari berbagai daerah seperti Tegal, Purwokerto dan Jabodetabek ini datang dengan cara naik bus, kereta dan sepeda motor untuk ikut menyuarakan penolakan pembangunan proyek PLTPB Baturaden yang dianggap berpotensi bencana.

Ano(26) berasal dari Purwokerto sudah tiba di Jakarta sejak Sabtu malam (11/11/17), bahkan rela tidur di Stasiun Senen bersama beberapa temannya agar tidak telat menghadiri acara ini.

Banjir sudah dua kali melanda wilayah Purwokerto, terutama di Kecamatan Cilongok dan Purwokerto Utara, diduga akibat pembabatan hutan lindung yang berlokasi di Gunung Slamet karena daerah tersebut merupakan daerah tangkapan air.

Meluapnya sejumlah sungai, seperti sungai Logawa, Plukut, Mengaji dan Banjaran, diakibatkan kiriman air disaat musim penghujan cukup banyak, sedangkan ke-4 (empat) sungai tersebut berhulu dari Gunung Slamet.

Sejumlah kerugian materi akibat banjir beberapa bulan kemarin belum teridentifikasi secara pasti, diakibatkan sering adanya banjir susulan dan longsor yang berlokasi di bantaran sungai.

Obyek wisata seperti Curug Cipendok nampak sepi karena curug tersebut terkena dampak air keruh saat musim kemarau dan banjir saat musim penghujan, yang disertai material kayu.

Gelaran pentas seni berlangsung damai dan tidak ada anarkis meskipun pada jam 17.00 diguyur hujan, peserta masih memadati sekitar panggung. Acara tersebut berakhir pada jam 20.00 WIB, diakhiri pembacaan deklarasi oleh salah satu perwakilan Komite Selamatkan Alam Indonesia yang ditunjuk.
DNS BATAS MEDIA