foto : roni wanfuadi

Batas.id~PURWOREJO-Kisah nyata yang dialami Roni Wanfuadi saat menghadiri Apel Kokam (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) di Purworejo. Kisah nyata ini dialaminya di kota Wonogiri dan berkenan menuliskan kisahnya setelah sampai di Purworejo, berikut penuturannya kepada tim Batas.id.

Kemarin malam saya (Roni-red) beserta rombongan kawan-kawan Kokam dari Purwantoro berangkat untuk mengikuti apel di Purworejo.

Sekitar pukul 21.30 wib kami tiba di Wonogiri untuk transit. Saya yang sudah gelap mata karena kelaparan, langsung turun mencari maeman (makanan-red).

roni wanfuadi
roni wanfuadi

Saya langsung menyisir daerah situ. Ketemu mi ayam, nek ora sego ora (kalau bukan nasi tidak-red). Tidak lama berselang saya pun ketemu angkringan. Ya sudah akhirnya ngangkring disitu.

Baca Juga  Tantangan Buktikan Kebenaran Chat Sex HRS Berhadiah Mobil

Seorang bapak dan ibu yang menjadi penjualnya, pasangan suami istri nampaknya. Begitu masuk tenda angkringan, terdengar sayup-sayup pengajian keluar dari radio HP. Mantab lah saya pikir angkringan beraromakan kajian.

Tidak hanya sampai disitu. Sesaat setelah sang Bapak menghidangkan teh hangat untuk saya, nampak beliau mengeluarkan mushaf. Heh?? Baca Al Qur’an di angkringan??

Memang saya pernah mendengar dakwah lewat angkringan yang dicanangkan masjid Jogokariyan. Tapi kalau ini?? Jujur saya masih asing dengan pemandangan tersebut.

MasyaAllah…. Suara lirih nan terbata-bata keluar dari lisan beliau yang sedang berusaha membaca mushaf. Mereka adalah orang tua yang sedang mencari nafkah untuk keluarganya. Disisi lain, mereka juga tidak lupa dengan akhiratnya. Saya hanya berguman dalam hati, mereka inikah para penghuni langit?

Baca Juga  Permintaan Maaf Afi Nihaya Faradisa

Purworejo, 02 Oktober 2016
Roni Wanfuadi

Gunawan Wibisono-batas.id