BATAS.ID~Jakarta–Sosial media di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat terutama penggunanya. 

Sosial media adalah sebuah media online yang memungkinkan penggunanya bisa dengan mudah untuk berpartisipasidan berbagi.

Jutaan orang pengguna aktif sosial media di Indonesia, digunakan untuk sekedar hiburan atau curhat, sebagai sarana marketing dan  sarana berbagi informasi.

Dengan aktifitas yang tinggi di Sosial Media sehingga konten-konten apapun dapat dengan cepat viral, seperti misalnya peristiwa-peristiwa unik sampai pada hal yang mungkin tidak terpikirkan akan dngn mudah menjadi viral. 

Sosial media juga merupakan  ‘free speech’ dimana netizen dapat menyampaikan dan membagi apa yang terjadi pada mereka atau disekitar mereka.

Penyampaian di sosial media dapat berupa suatu keterangan dalam sebuah status ataupun dalam komentar, namun bersosial media meskipun bebas berekpresi harus taat pada aturan hukum yang berlaku sehingga tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Baca Juga  Macam-macam TPS di Pilkada 2017

Hukum yang berlaku di Indonesia, yang mengatur penggunaan sosial media adalah tindak pidana penghinaan atau pencemaran nama baik, yang termasuk undang-undang ITE (Pasal 27 ayat 3) yang merupakan delik aduan, bukan lagi masuk dalam delik umum, sehingga orang yang merasa dirugikan sendiri yang harus melapor. 

Dan ancaman lainnya dalam pasal 27 tentang pencemaran nama baik turun dari paling lama 6 tahun penjara menjadi 4 tahun penjara dan denda dari Rp 1 miliar menjadi Rp 750 juta. 

Selain ancaman hukuman UU ITE, jika digunakan secara ‘sembarangan’ oleh netizennya, dapat terancam ditutup karna penggunaanya yang negative. 

Untuk menghindari akibat hukum Karena bersosial media, hendaknya harus menggunakan sosial media secara bijak, sudah bijakkah anda dalam bersosmed?
ERLINDA LSPR