Sumber : Merdeka.com

Batas.id~OPINI–Berawal dari penggrebekan anggota polisi saat tragedi Teror Bom Sarinah awal Januari 2016 lalu. Kaos bertulisan Turn Back Crime mendadak ramai diperbincangkan oleh publik. Kaos Polo shirt yang berwarna biru dongker, berlogo kuning Turn Back Crime kini sudah familiar dan banyak digunakan oleh masyarakat, bahkan oleh beberapa orang fenomena ini dimanfaatkanya menjadi ladang bisnis untuk dijual.

Sayangnya, beberapa masyarakat ternyata masih belum mengetahui arti dari Turn Back Crime itu sendiri. Suka pakai Atributnya tapi tidak tahu artinya, seperti halnya salah satu warga Depok, Rizki yang menggunakan kaos tersebut saat ditanya oleh tim Batas.id mengetahui arti logo tersebutkah, ia tidak mengetahui pastinya, yang jelas kaos ini bagus dan lagi hits, Ujarnya disela-sela aktifitasnya.

Terjemahan dari “Turn Back Crime”

Ada tulisan yang menarik dari salah satu Kompasianer Zamzami yang berjudul “Polisi, Trun Back Crime?”, Dia mencoba untuk mengartikan kata-perkata dalam istilah tersebut, alhasil yang didapatinya malah ia merasa bingung sendiri dengan istilah tersebut, termasuk penulis sendiri (hehe) yang merasa bingung juga mencari kalimat yang tepat untuk istilah tersebut, Berikut kutipan dari Zamzami,

“Jika diartikan kata perkata, kalimat “Turn Back Crime” maka didapati, “turn” berarti kembali, “Back”, berarti mundur dan “Crime” berarti Kejahatan. Jika disatukan kata-kata dalam kalimat “Turn Back Crime” bisa diartikan secara harfiah dengan arti “kembali mundurkan kejahatan”. Lain lagi jika menggunakan aplikasi Google translate, kalimat “Turn Back Crime” diartikan dengan “hidupkan kembali kejahatan”.

Tapi kalau menurut penulis sendiri sebenarnya arti “Turn Back Crime” itu lebih cocok diartikan dengan “Mengahalau Balik Kejahatan” tapi boleh-boleh saja jika para pembaca punya pemahamaman yang lain tentang istilah tersebut. Analisa dari penulis sendiri ini adalah berasal dari kata Turn Back yang bersinonim dengan kata dispel yang artinya menghalau. Kata Turn Back juga bersinonim dengan kata Invert yang berarti membalikkan. Turn Back juga memiliki sinonim dengan kata Regress yang artinya adalah regresi atau kemunduran. Nah dari situlah penulis memilih kata yang cocok kira-kira dan sesuai dengan konteks dari istilah tersebut. Maka terpilihlah kata “Menghalau”. Selain itu juga pemilihan kata ini juga berasal dari pendapat beberapa teman diskusi penulis.

Baca Juga  Pilih memilih DKI 1 seperti GADGETMU
Sumber : Merdeka.com
Sumber : Merdeka.com

Tapi tidak begitu penting mengenai penafsiran atau terjemahan, beda orang beda juga pikiranya, yang terpenting adalah kita bisa mengerti apa makna kata tersebut. Maka dari itu penulis berpendapat istilah ini sudah benar tidak di bahasa Indonesia-kan oleh Kepolisian karena akan menimbulkan banyak multi tafsir, dan tentunya karena ini juga adalah  tag-line internasional Interpol yang sudah mendunia.

Filosofi kata “Turn Back Crime”

Menurut Laman Divisi Humas Polri Istilah Turn Back Crime itu sendiri adalah salah satu kampanye internasional yang digunakan oleh Interpol dalam rangka menggalang kebersamaan menanggulangi kejahatan trans-nasional terorganisasi. Kampanye kepedulian terhadap kejahatan dengan slogan demikian memang membidik masyarakat umum. Dan dengan meluncurkan gerakan tersebut, diharapkan masyarakat lebih peduli dan sadar terhadap kejahatan yang terjadi disekitarnya.

Baca Juga  Dari Aborsi Mobnas ke Terobosan Tesla?

Istilah ini sendiri di Indonesia sebenarnya mengadopsi langsung dari Interpol. Hanya saja kalau Istilah tersebut digunakan oleh interpol lebih menyoroti Kejahatan Terorganisir (Organized Crime), sedangkan di Indonesia istilah ini digunakan untuk semua jenis kejahatan. Berikut adalah istilah Turn Back Crime dari Interpol dikutip langsung dari TBC Broshure laman resmi Interpol,

“Turn Back Crime is a global awareness campaign developed by INTERPOL. Using a variety of media channels – including video, website and social networks – the campaign highlights issues related to organized crime, provides a platform for a cross-sector response and offers advice on how to stay safe.Turn Back Crime brings together police, the general public, businesses and governments in a combined global effort to reduce the impact of organized crime.”

Dan kalau kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah kira-kira  sebagai berikut, Turn Back Crime adalah Kampanye kesadaran global yang dikembangkan oleh INTERPOL. Menggunakan berbagai macam saluran media, video, situs dan jaringan sosial. Kampanye tersebut menyoroti masalah kejahatan terorganisir (Organized Crime),  menyediakan platform tanggapan lintas sektor dan menawarkan saran kepada masyarakat bagaimana agar tetap aman. Kampanye ini juga digunakan untuk menyatukan visi kepolisisan, masyarakat umum, bisnis, dan pemerintah dalam upaya global untuk mengurangi dampak dari kejahatan terorganisir.

Baca Juga  Balita Tewas Tersedak Ager

Kemudian yang mengundang Pertanyaan adalah mengapa dalam Istilah Turn Back Crime dalam INTERPOL sering menyebutkan atau ditemukan kata “Organized Crime”  atau kejahatan yang terorganisir?

Kejahatan Terorganisir (Organized Crime) dan Turn Back Crime

Menurut penjelasan INTERPOL dalam lamanya memberikan statemen, Kejahatan terorganisir  memberikan berbagai efek setiap orang dari kita.  Hal ini jelas karena Kejahatan terorganisir sebenarnya ada dan secara tidak disadari sering kita temui di kehidupan sehari-hari kita. Seperti misal dalang dibalik dari berbagai Trafficking berbagai komoditi, seperti, Pemalsuan obat-obatan, Barang-barang Haram, Narkoba, dan Senjata Api.

Dan bahkan beberapa kejahatan yang tampaknya tidak berhubungan seperti halnya, Cyber Crime, Penipuan, Kejahatan terhadap anak-anak, dan Perjudian dalam Olah Raga, namun ternyata hal itu digunakan untuk keuntungan suatu pihak dan digunakan untuk mendanai suatu organisasi atau kegiatan yang menjerumus ke arah kejahatan.

Itulah sebab mengapa INTERPOL lebih menyoroti kasus Organized Crime. Selain dari alasan diatas juga adalah karena kewenangan INTERPOL sendiri yang menangani kasus-kasus kejahatan lintas negara atau Transnational Crime, dimana kejahatan tersebut juga terkelola dengan baik secara terorganisir. Maka penting buat mereka membuat tag-line tersebut agar bisa dipahami secara mendunia oleh masyarakat, polisi, pebisnis dan pemerintah.

Sekian semoga bermanfaat.

Prayogo- Batas.id