Tahun Ini, Indonesia Targetkan Ekspor 450.000 Unit Kendaraan

Ekspor kendaraan juga diikuti dengan ekspor komponen terkait yang tahun lalu tumbuh 6,6%.

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Kini, Indonesia telah menjadi negara pengekspor kendaraan layaknya Thailand. Walhasil, otomotif kian jadi manufaktur andalan dalam menopang perekonomian nasional.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada 2018 Indonesia berhasil mengekspor kendaraan lebih dari 346.000 unit. Jumlah itu setara dengan US$4,78 miliar.

Baca Juga: Menghitung Ekonomi Seluler Global Kini dan Nanti

Rinciannya, 264.553 unit berbentuk kendaraan utuh (completely built-up/CBU), naik 14,4% dibanding 231.169 unit tahun sebelumnya. Ditambah sekitar 82.000 unit berupa kendaraan rakitan (completely knock-down/CKD).

Menurut Menteri Perindustrian Erlangga Hartarto, tahun ini jumlahnya bakal lebih besar lagi. “Tahun ini ditargetkan bisa menembus 400-450.000 unit,” katanya saat membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Surabaya, Jumat (29/3).

Ekspor kendaraan itu juga diikuti dengan ekspor komponen terkait yang tumbuh 6,6% dari 81,2 juta unit pada 2017 menjadi 86,6 juta unit pada 2018.

Baca Juga: Ekonomi Asia Tenggara Tumbuh 5,1%, Indonesia Penopang Terbesar

Jumlah produksi kendaraan roda empat atau lebih di Tanah Air secara keseluruhan terus menunjukkan kinerja yang positif. Gaikindo menyebutkan produksi kendaraan roda empat nasional tahun lalu mencapai 1,34 juta unit senilai US$13,76 miliar.

“Kalau di pasar domestik, kita lebih unggul dari Thailand,” ungkap Menteri Airlangga. “Kami menargetkan produksinya nanti bisa mencapai 1,5 juta unit pada 2020.”

Saat ini, industri otomotif Indonesia telah berkembang menjadi basis produksi kendaraan jenis MPV, truk, dan pick-up. Demi memenuhi kebutuhan pasar global, secara perlahan produksinya akan diarahkan ke pengembangan kendaraan jenis sedan dan SUV.

—Ivan Darmawan, TechnoBusiness ID ● Foto: Gaikindo

 

Artikel Asli