Kampus STIP cilincing, jakarta utara/foto : stipjakarta.ac.id ©batas.id

batas.id~JAKARTA-Seorang taruna tingkat I Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) tewas dianiaya oleh taruna seniornya. Korban tewas tersebut bernama Amirulloh Adityas Putra (18), taruna STIP tingkat I, warga RT.07/RW.14 Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Peristiwa penganiayaan taruna junior oleh taruna seniornya, terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Akkhirnya, penyidik Polres Jakarta Utara menetapkan lima senior Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP)  Cilincing, Jakarta Utara, sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan taruna Amirulloh Adityas Putra, kelima tersangka tersebut berinisial SM, WH, IS, AR, dan JK.

Peristiwa penganiayaan kepada Amirulloh dan sesama taruna junior tingkat I oleh para pelaku, dilakukan Selasa (10/1/2017) sekitar pukul 20.30 WIB di Kamar M 205 lantai 2 Gedung Dormitory Ring 4 STIP, Jalan Marunda Makmur, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing.

Baca Juga  Lima Aset KSP Pandawa Mandiri di Sita Polisi

Keesokan harinya, korban diketahui meninggal dan diperiksa oleh Dokter STIP pada Rabu (11/1/2017) sekitar pukul 00.15 WIB hingga pukul 01.45 WIB, kemudian baru dilaporkan kepada Polisi sekitar pukul 02.00 WIB.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Cilincing, Kompol Ali Zusron, membenarkan ada seorang taruna STIP yang tewas setelah dianiaya oleh para seniornya seperti dikutip beritasatu.com.

“Iya benar ada seorang taruna pelajar STIP yang tewas setelah dianiaya oleh para seniornya di tingkat dua,” ujar Ali di Jakarta, Rabu (11/1/2017) pagi, ketika dikonfirmasi SP.

Jika terbukti melakukan pengianayaan yang menyebabkan meninggalnya seseorang, pelaku taruna tingkat dua itu terancam sejumlah pasal berlapis, di antaranya Pasal 170 KUHP tentang tindakan kekerasan yang menyebabkan maut dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 12 tahun subsider Pasal 351 Ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun. (gw/beritasatu.com)