Para pesilat dari berbagai organisasi perguruan berfoto bersama/foto : siswandi ©batas.id

batas.id~WONOGIRI-Jajaran polsek Jatisrono menggelar silaturahmi antar pesilat untuk menekan timbulnya gesekan-gesekan antar pecinta olah raga bela diri dan silat, pada Selasa (28/2/2017) pukul 15.00 WIB sampai selesai, bertempat di Mapolsek Jatisrono, yang dihadiri oleh perwakilan pengurus silat dan bela diri se Kecamatan Jatisrono, diantaranya PSHT, PSHW, PN, JU-Jitsu, ASAD dan INKAI.

Kegiatan ini digagas dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Jatisrono AKP Sali, S.H., yang disambut baik oleh pengurus silat dan bela diri di Jatisrono. Kegiatan yang sudah digelar tiga (3) kali pertemuan ini menghasilkan kesepakatan, yaitu pembentukan paguyuban dan akan mencetak kalender-kalender serta baleho yang akan dipasang di dekat tempat-tempat vital, seperti di pasar Jatisrono dengan tujuan untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa para pecinta olah raga silat dan bela diri sangat mencintai perdamaian.

Baca Juga  Bus Rosalia Indah Terjun ke Jurang di Purbalingga, 4 Penumpang Tewas
Para pesilat dari berbagai organisasi perguruan yang hadir untuk bersilaturahmi/foto : siswandi ©batas.id

Seperti diterangkan oleh Agus Utomo selaku ketua paguyuban, ia mengatakan bahwa seringnya terjadi gesekan antar persilatan dan bela diri, itu disebabkan kurangnya silaturahmi antar perguruan silat dan bela diri.

“Kalau kita sering bersilaturahmi dan menganggap perbedaan persilatan itu juga saudara kita, tidak mungkin terjadi gesekan,” terangnya.

Kegiatan silaturahmi ini diharapkan bisa menjadi contoh daerah-daerah lain, khususnya di Wonogiri karena Wonogiri juga banyak sekali perguruan silat dan bela diri, dengan adanya silaturahmi antar perguruan silat, dipastikan akan menekan terjadinya gesekan-gesekan antar pecinta olah raga silat.

Hal senada juga disampaikan oleh Suyitno, pengurus cabang Ju-Jitsu Wonogiri, ia juga memaparkan betapa pentingnya jalinan silaturahmi antar pecinta olah raga silat dan bela diri dengan cara bersilaturahmi seperti ini, ia juga yakin bahwa gesekan-gesekan yang ditimbulkan oleh perbedaan seragam silat dan bela diri bisa diantisipasi dan apabila terjadi gesekan antar pencak silat bisa dikoordinasikan lewat paguyuban ini.

Baca Juga  Nama Simpang Semanggi, Djarot: Ada yang Usul Simpang Badja

“Yang duduk dipaguyuban ini adalah wakil-wakil pengurus, kalau para pengurus saja bisa bersatu diharapkan para anggota pun bisa bersatu juga,” tegas Suyitno. (sis)