• Kasus penipuan di industri e-commerce Amerika Serikat pada 2016 meningkat 33%.
  • Sebab, penipu terus bermigrasi secara online.

 

BATAS.ID~COSTA MESA, CALIFORNIA – Sebagai biangnya teknologi, benarkah industri e-commerce di Amerika Serikat sudah terbebas dari kasus penipuan (fraud)? Ternyata anggapan itu salah.

Menurut data yang dirilis Experian Information Solution Inc., penyedia lisensi keamanan di bawah naungan United States Postal Service, baru-baru ini, kasus penipuan di industri e-commerce Amerika Serikat pada 2016 meningkat 33% dibanding tahun sebelumnya.

 

Meningkatnya kasus penipuan itu akibat terus bermigrasinya kegiatan pelaku secara online. Delaware, Oregon, dan Floarida  merupakan tiga negara bagian yang tingkat penipuannya tertinggi di Amerika Serikat. Nilai tagihan akibat penipuan melonjak hingga 200%.

Baca Juga  Setelah Valuklik Diakuisisi Dentsu Aegis Network

Sementara Florida, California, dan New York menyumbang lebih dari 70% serangan penipuan e-commerce di negara maju tersebut. “Salah satu penggerak utama meningkatnya serangan penipuan yaitu adanya adopsi terminal EMV ke kartu kredit chip dan pin,” ungkap General Manager dan Senior Vice President Experian Adam Fingersh.**

NRP-BATAS.ID—Philips C. Rubin, TechnoBusiness ● Foto-Foto: Istimewa