Jembatan penghubung desa ditutup karena tiang penyangga rusak akibat terjangan banjir/foto:denis p ©batas.id

BATAS.ID~Banyumas-Banjir yang tiba-tiba menerjang, membuat warga di Desa Sambirata Kecamatan Cilongok Banyumas harus mencari tempat yang lebih tinggi. Sejak pukul 17.15 WIB, luapan air yang berasal dari wilayah Baturaden, yang posisinya lebih tinggi dari Desa Panembangan, Sambirata dan Banjar Soka, menyebabkan wilayah tersebut banjir.

Air sungai yang berwarna coklat kehitaman karena adanya material lumpur dan kotoran dari Gunung Slamet, langsung menuju disejumlah desa yang berlokasi di bawah Baturaden. Sungai Mengaji, Plukut, Logawa dan Kali Banjaran meluap membawa material lumpur dan kotoran dari Gunung Slamet.

Banjir yang datang tiba-tiba langsung meluap/foto:denis p ©batas.id

Minggu malam, sekitar jam 19.30 WIB, ketinggian air di pintu air Andong Bang sungai Plukut naik 120 cm, menyebabkan areal persawahan yang siap panen menjadi gagal dan jembatan di Gerumbul Karang Gondang hampir putus.

Baca Juga  APITU DPD DKI Bekali Anggota dengan Seminar Sehari

Setyawan (23) yang sedang berada dilokasi, menyaksikan warga berkumpul di atas jembatan Gerumbul Karang Gondang, serta ditempat yang tidak jauh dari Panembangan juga banyak warga yang melihat banjir di atas jembatan Dukuh Waluh, jembatan yang menghubungkan desa Mresi, ditutup akibat tiang penopang jembatan rusak dan terseret arus banjir.

Saat ini kepolisian Banyumas berjaga dilokasi jembatan sambil menunggu Tim SAR datang karena ada rumah warga yang rusak akibat banjir, yakni rumah Bapak Sudarjo, Daryanto dan Sukadi, yang berlokasi di desa Mresi RT. 02 RW. 06 Purwokerto Utara. Hingga berita ini diturunkan, kerugian akibat luapan banjir tersebut belum bisa ditaksir.

DENIS PRIWANDA