Edi Susanto, Konsultan Keuangan Keluarga, Motifator dan Penulis Buku/ Edi

BATAS.ID~Semarang–Edi Susanto, Seorang motifator, Konsultan Keuangan Keluarga dan Penulis buku mengupas tentang level -level rejeki, Ia berbagi pengetahuan untuk memberikan pencerahan tentang level rejeki, berikut tulisan lengkapnya.

SAHABAT yang powerful, apa kabar bahagia Anda hari ini?

Perkenankan saya, pada artikel ini mengupas tentang Level Rezeki, khususnya kesejahteraan.

Ada 3 tingkatan rezeki yang saya temukan, yaitu:

1. Rezeki untuk kelangsungan hidup

2. Rezeki untuk kelayakan hidup

3. Rezeki untuk keberkahan hidup

Mari kita kupas ke-3 level rezeki di atas !

Rezeki untuk Kelangsungan Hidup.

Rezeki pada level ini merupakan jaminan Tuhan untuk kelangsungan hidup semua makhluknya: 

tumbuhan, hewan dan manusia. Karena sudah merupakan jaminan Tuhan, maka tanpa berusahapun makhluk pasti mendapatkan rezeki jenis ini. 

Masuk dalam kategori rezeki level 1 adalah makanan, pakaian dan tempat tinggal.

Apakah Anda mau membuktikan bahwa kebutuhan pangan, sandang, dan papan Anda dijamin Tuhan. Tanpa bekerja pun Anda pasti mendapatkannya? Jika jawan Anda “ya”. Mudah kok caranya. Lakukan sebuah tindak kriminal yang akan mendorong Anda masuk penjara. Bukankah di terali besi itu Anda tidak perlu bekerja, tinggal mendekam dapat makan, pakaian seragam bertuliskan Tahanan Polres X dan hotel prodeo sebagai tempat tinggal Anda? Atau duduk manis saja di emper toko, pinggir jalan dan tempat strategis lain sambil menengadahkan tangan kepada setiap orang yang lewat, pasti ada yang ngasih duit kan? 

Baca Juga  aCommerce Raih Tambahan Investasi US$65 Juta dari Emerald Media

Oleh karena itu, karena kebutuhan makan, pakaian dan tempat tinggal sudah dijamin oleh Tuhan, kita sebagai manusia harus mengupayakannya dengan jalan yang halal dan legal dengan kesungguhan yang sempurna dan keyakinan yang bulat, ok? Tidak perlu khawatir tentang jaminan Tuhan akan pemenuhanan kebutuhan. Yang perlu kita khawatirkan adalah cara yang kita tempuh dalam memenuhi kebutuhan tersebut halal atau haram, legal atau illegal. 

Rezeki level #1 diperuntukkan khusus untuk tumbuhan dan binatang. Dimana Tuhan telah menjamin tercukupinya kebutuhan hidup mereka dengan cara atau mekanisme yang diatur olehnya. Mengapa pada level #1 ini rezeki dijamin oleh Tuhan? Sebab tumbuhan memiliki keterbatasan gerak dan binatang hanya dianugerahi sarana penjemput rezeki yang minim. 

Berbeda dengan manusia yang dianugerahi dengan alat gerak lebih kompleks dan sarana penunjang hidup yang lebih lengkap, yaitu akal pikiran.

Rezeki untuk Kelayakan Hidup.

Rezeki level ke-2 ini diperuntukkan khusus bagi manusia. Level ini adalah rezeki untuk menciptakan kekayaan atau kemakmuran hidup. Baru di level ini nanti akan ada perbedaan dalam tingkat kesejahteraan, ada yang miskin, menengah, dan kaya.

Baca Juga  Siapa yang Mengatur Rezeki?

Pada level ini, pemenuhan rezeki digantungkan kepada upaya manusia. Artinya, Tuhan memberikan kemampuan dan kesempatan kepada manusia untuk menciptakan kemakmuran atau kekayaan hidupnya sendiri. Tuhan telah menganugerahkan kepada manusia 3 alat penjemput rezeki yang melimpah, yaitu hati, otak dan tubuh.

Dengan hatinya, manusia bisa merasakan aneka wujud kasih sayang Tuhan kepada makhlukNya, diantaranya dengan mencurahkan rezeki lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. 

Dengan otaknya, manusia mampu berpikir untuk menciptakan cara-cara kreatif dalam menjemput rezeki yang telah Tuhan hamparkan di muka bumi, seperti dengan menciptakan alat kerja, sarana komunikasi dan transportasi dan berbagai teknologi modern lainnya. Dengan tubuhnya, manusia bisa aktif bekerja untuk menjemput rezeki di berbagai belahan bumi baik secara individu maupun teroganisasi dalam sebuah tim kerja (perusahaan).

Rezeki pada level #2 ini akan melahirkan 3 kelas ekonomi, yaitu orang miskin, kelas menengah dan kaum kaya. Tanpa membedakan agama, suku, bangsa dan factor pembeda lainnya: siapa pun yang bekerja malas dan asal-asalan dalam menafkahi keluarga, hidupnya akan miskin. 

Baca Juga  Rahasia Penambahan Rejeki

Sebaliknya, siapapun yang bekerja keras, sunguh-sungguh dan cerdas, ia akan membawa keluarganya kepada kemakmuran yang besar.     Jadi untuk mencapai hidup kaya atau makmur diwajibkan untuk bekerja keras dan cerdas. Adil kan?

Ketiga, Rezeki untuk keberkahan hidup.

Jika pada rezeki level 2 kelimpahan hidup dibangun. Pada level terakhir ini, diteruskan dengan keberkahan hidup atas kelimpahan yang sudah berhasil dicapai. Ada perbedaan yang nyata antara kelimpahan dengan keberkahan.

Kelimpahan mengacu pada jumlah atau kuantitas rezeki. Keberkahan mengacu pada tingkat kemanfaatan rezeki. Jadi, seberapa besar kemanfaatan yang bisa diberikan oleh rezeki, itulah ukuran dari keberkahan rezeki. Sudah jelas kan?

Separuh dari kekayaan adalah kelimpahan. Separuh lainnya adalah keberkahan. Kelimpahan tercipta dari proses pengumpulan rezeki Tuhan yang tersebar ke muka bumi. Keberkahan tercipta dari pendistribusian kembali rezeki ke jalan Tuhan melaui upaya pelayanan bagi kesejahteraan, kebahagiaan dan kesuksesan sesama.

Pertanyaan penutup untuk Anda:

Sudah sampai level keberapa tingkat rezeki Anda, sahabatku yang powerful?
Salam Powerful

EDI SUSANTO