Titik Awal Pembangunan Kawasan Industri US$300 Juta di Karawang – TechnoBusiness ID

Investasi KNIC itu merupakan hasil dari realisasi kunjungan Bapak Presiden ke Tirai Bambu pada 2016.

Jakarta, TechnoBusiness IDKarawang New Industry City (KNIC), kawasan industri terbaru di Karawang, Jawa Barat, sekitar 70 kilometer dari pusat kota Jakarta, telah dibuka pada pertengahan pekan lalu.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan dalam “2019 Group Groundbreaking Ceremony for Karawang New Industry City Tenants” di KNIC, Kamis (20/6), menceritakan titik awal pembangunan kawasan tersebut.

Baca Juga: Karawang New Industry City jadi Kawasan Industri 4.0

Menurut Airlangga, semua itu berawal dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke China pada 2016. Investasi KNIC ini merupakan hasil dari realisasi kunjungan Bapak Presiden ke Tirai Bambu pada 2016.

Ketika itu, pada awal September, Hangzhou menjadi tuan rumah 2016 G20 Hangzhou Summit. Sebelum bertemu dengan anggota-anggota G20, Presiden Jokowi singgah ke Shanghai untuk menghadiri sebuah seminar.

Dalam sebuah seminar di Shanghai itulah Presiden Jokowi bertemu dengan China Fortune Land Development (CFLD International), perusahaan perencana, pengembang, dan pengelola kawasan industri skala internasional berpusat di Singapura. Sebab, CFLD sebagai mitra acara.

Baca Juga: Tantangan Penerapan Industri 4.0 di Indonesia

Hasilnya, kata Menteri Airlangga, kucuran investasi senilai US$300 juta. “Investasi KNIC ini merupakan hasil dari realisasi kunjungan Bapak Presiden Joko Widodo pada tahun 2016 sebelum G20 Hangzhou Summit,” katanya.

Rupanya, CFLD International bukanlah perusahaan kecil. Perusahaan asal China yang beraset US$57 miliar itu masuk dalam daftar Forbes Asia’s Fab 50 Companies. Untuk memperkuat bisnisnya di luar China, CFLD International membuka kantor pusat globalnya di Singapura.

Kini, CFLD International telah mengembangkan 80-an kawasan kota industri di Asia, Eropa, Amerika Utara, dan Afrika. Ada sekitar 1.900 perusahaan yang berhasil ditarik untuk “menikmati” kawasan industri garapannya dengan total investasi kumulatif sebesar US$76,5 miliar.●

—Vino Darmawan, TechnoBusiness ID ● Foto: CFLD International

 

Artikel Asli