Toys Testing Laboratory Jadi Penguji Standar Mainan di Indonesia


  • Toys Testing Laboratory merupakan laboratorium penguji standardisasi produk berkelas dunia milik TUV Rheinland asal Jerman.
  • “Mainan berperan penting dalam perkembangan anak dan merupakan bagian dari proses tumbuh kembang mereka.”

 

Jakarta, TechnoBusiness IDKementerian Perindustrian Republik Indonesia menunjuk Toys Testing Laboratory milik TUV Rheinland Indonesia menjadi lembaga penguji dan memberikan sertifikasi produk mainan sesuai Standar Nasional Indonesia.

 

 

Lembaga pengujian, inspeksi, sertifikasi, konsultasi, dan pelatihan berkelas dunia di bawah TUV Rheinland Group asal Cologne, Jerman, itu ditunjuk karena memiliki 35 jenis pengujian mainan, mulai dari pengujian komponen-komponen kecil (small parts) sampai fasilitas tanpa kemudi (free-wheeling), kinerja rem (brake performance), dan uji jatuh (drop testing).

Baca Juga  Koin Digital Stargram Coin Sasar Pasar Musik

 

 

Toys Testing Laboratory akan melakukan pengujian di tempat pengujian miliknya, Infinia Park, Jakarta Selatan, sesuai spesifikasi SNI, termasuk SNI 8124-1:2010 untuk pengujian mekanis, SNI ISO 8124-2-2010 untuk uji sifat mudah terbakar (flammability tests), dan SNI IEC 62115:2011 untuk keamanan mainan listrik (electrical toy safety).

“Mainan berperan penting dalam perkembangan anak dan merupakan bagian dari proses tumbuh kembang mereka,” kata Holger Kunz, Executive Vice President Products TUV Rheinland. “Meski demikian, keamanan harus menjadi perhatian utama, sebab mainan yang tidak diuji bisa membahayakan anak-anak.”

Toys Testing Laboratory dipercaya menjadi lembaga penguji SNI mainan di Tanah Air setelah memperoleh akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional pada Desember 2016. Dengan demikian, kata I Nyoman Susila, Managing Director TUV Rheinland Indonesia, semua mainan yang dipasarkan di negeri ini telah memenuhi standar keamanan yang ketat sehingga aman bagi anak-anak.●

Baca Juga  Boeing dan Embraer Bahas Kemungkinan Kolaborasi Potensial

—Ivan Darmawan, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: TUV Rheinland

 

Artikel Asli