Sutar (kepala ditutup kaos warna merah) dan para korban kecelakaan minibus, langsung dilarikan ke rumah sakit amal sehat slogohimo/foto:mujiono ©batas.id

batas.id~Kecelakaan yang terjadi hari ini Sabtu (1/7/2017) di pertigaan Sekong, Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, sekitar jam 14.15 WIB, siang tadi, memang sangat tragis, pasalnya, bukan hanya minibus merah dengan nopol AE 1370 XB yang dikemudikan Irawan Saputra (29) rusak berat, namun semua korban yang berjumlah sepuluh orang mengalami luka yang cukup parah.

Kronologi kecelakaan tersebut yakni saat sepeda motor Yamaha Vega nopol B 3523 NSS dikendarai Sutar yang berboncengan dengan Misnati, keduanya warga Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, melaju dari selatan menuju utara, ketika sampai di pertigaan Sekong, tiba-tiba ada minibus yang melaju kencang dari atas (arah barat-red).

Tabrakan pun tak dapat dihindari, minibus merah dengan nopol AE 1370 XB melaju dari atas (arah barat-red) dengan kondisi jalan menurun dan kecepatan tinggi karena diduga rem minibus blong, sehingga bertabrakan dengan sepeda motor Yamaha Vega dan minibus langsung terjun ke sawah hingga rusak berat, sedang sepeda motor rusak bagian depan.

Baca Juga  PDIP nyatakan Idul Fitri sebagai peristiwa kebudayaan dan keagamaan
Tukimun (jaket merah) kerabat dekat pengendara motor korban kecelakaan minibus/foto:mujiono ©batas.id

Tukimun, salah satu kerabat pengendara motor menuturkan bahwa laju minibus merah tersebut sangat tiba-tiba sehingga Sutar tak sempat menghindar.

“Saat peristiwa terjadi, saya berkendara di depan Sutar, dan tiba-tiba terdengar suara benturan yang keras, tahu-tahu Sutar sudah terjatuh dari motor dan ada minibus yang terjungkal ke sawah,” kata Tukimun.

Masih menurut Tukimun, Sutar bermaksud mengantarkan Misnati ke Purwantoro karena akan bepergian ke Madiun. Sutar sendiri berprofesi sebagai tukang ojek. Akibat kecelakaan ini, Sutar mengalami luka yang cukup parah di bagian telinga dan kepala yang terpaksa harus di jahit, sedangkan Misnati (pembonceng Sutar) mengalami luka lecet-lecet di kaki.

Akibat kecelakaan tersebut, saat ini ada sepuluh orang yang terpaksa harus dirawat di Rumah Sakit Amal Sehat Slogohimo. Bahkan dari kabar terbaru, dua diantaranya harus menjalani operasi akibat patah tulang. Menurut kabar tersebut, operasi patah tulang juga akan dilakukan di rumah sakit ini. (gw)

Baca Juga  ISSI Jateng Siapkan Atlet Andalan untuk Ajang “Tour de Indonesia”