Tugiman hidup dalam pasungan selama 30 tahun/foto : rudianto ©batas.id

batas.id~WONOGIRI-Seorang lelaki di Wonogiri, Jawa Tengah, terpaksa dirantai kakinya dan dicor dengan lantai, selama hampir tiga puluh tahun. Lelaki malang ini, ditempatkan di sebuah ruang tanpa dinding berukuran 2 x 3 m, dengan kondisi telanjang, di belakang rumahnya .

Lelaki lima puluh dua tahun bernama Tugiman ini, tak lagi bisa diajak berkomunikasi. Wajar, karena selama hampir tiga puluh tahun, dia tak mengenal dunia luar. Dengan tubuh telanjang, kaki Tugiman dirantai dan dicor dengan lantai, putera kedua pasangan Senen dan Kitri ini, ditempatkan di ruang tanpa dinding berukuran 2 x 3 meter, di belakang rumahnya, di desa Soco, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri. Tak ada orang yang menengoknya, apalagi mengajak bicara. Hanya ibu kandungnya yang setia merawatnya, memberi makan, minum atau membersihkan kotoran disekitarnya.

Baca Juga  Suradi Unggul di Pilkades Tawangrejo

Menurut penuturan Kitri, ibu kandung Tugiman, penderitaan Tugiman bermula, saat itu kira-kira berumur 20 tahun, ia mencangkul didekat rumah, kemudian pulang dengan menangis tak henti-hentinya, hingga akhirnya kondisinya pun seperti saat ini. Menurut tetangganya, ia sangat rajin bekerja membantu orang tuanya.

Orang tua tugiman pasrah dengan kondisi anaknya/foto : rudianto ©batas.id

Untuk membawanya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ), pihak keluarga Tugiman tidak punya biaya, ibu kandung Tugiman hanya buruh tani yang mengharap rejeki dari sawah dan ladang tetangga. Ayahnya, Senen, tak mampu lagi bekerja lantaran sudah tua dan sulit berjalan, sedangkan kakak kandung satu-satunya, ikut suami merantau ke Jakarta.

Pihak pemerintah Desa Soco sendiri, akan mengupayakan penanganan Tugiman agar bisa dirawat sewajarnya. Tugiman sendiri terpaksa dirantai kedua orangtuanya, karena sering mengamuk dan histeris, sehingga membuat takut warga sekitarnya. Atas saran warga setempat, Tugiman-pun dirantai di rumahnya.

Baca Juga  Ibu Jariah Sudah Dibawa ke Rumah Sakit

Sementara itu dari pihak pemerintah daerah melalui Dinas Sosial setempat, telah beberapa kali mengupayakan kesembuhan Tugiman, bahkan lelaki malang ini juga pernah tiga kali dibawa ke rumah sakit jiwa, namun pihak rumah sakit sendiri akhirnya angkat tangan, karena tugiman sulit dikendalikan. (rudianto)