• UiPath mendirikan anak perusahaan di Jepang untuk memperkuat pertumbuhannya di pasar Asia.

  • “UiPath merupakan salah satu vendor RPA yang tumbuh paling cepat di dunia.”

 

BATAS.ID~TOKYO – UiPath, vendor Robotic Process Automation (RPA) global yang berbasis di Inggris, mulai akhir Maret 2017 resmi mendirikan anak perusahaan di Tokyo, Jepang. Langkah itu diambil untuk mendekatkan diri dengan klien-klien kunci di bidang jasa keuangan dan sektor lain serta memperluas pasar di Negeri Matahari Terbit tersebut.

Pendiri dan CEO UiPath Daniel Dines mengatakan pasar RPA global diperkirakan bakal mencapai US$8,75 miliar pada 2024 dan Jepang memimpin tren pertumbuhan tersebut. “UiPath merupakan salah satu vendor RPA yang tumbuh paling cepat di dunia dan ekspansi ke Jepang akan mempercepat pertumbuhan itu,” katanya. “Jepang adalah pasar strategis yang sangat penting bagi kami dengan potensi pertumbuhan yang sangat signifikan.”

Karena itu, UiPath mendirikan anak perusahaan di Jepang dan mengucurkan investasi sebesar ¥30 juta. Pembukaan anak perusahaan itu memungkinkan perusahaan membangun sebuah platform regional yang sudah kuat di Asia. UiPath menunjuk Koichi Hasegawa, profesional di bidang teknologi dan jasa keuangan, menjadi CEO UiPath Jepang.

“Saya bersemangat memimpin UiPath Jepang untuk mencari peluang baru agar mitra sektor publik di Jepang menerapkan solusi RPA. Intuisi dan scalable solusi RPA kami sangat cocok untuk kebutuhan bisnis canggih perusahaan Jepang dan akan menawarkan keuntungan produktivitas mereka sambil memastikan bahwa kualitas dan pelayanan tidak pernah dikompromikan,” kata Koichi.

Sementara itu, Managing Director UiPath untuk EMEA dan APAC Kulpreet Singh menambahkan, “Kami memiliki hak istimewa telah memiliki Koichi Hasegawa, orang yang dihormati di sektor keuangan APAC. Di bawah bimbingannya, kami yakin bahwa kami akan dapat membuat nilai bagi klien kami di Jepang.”

Selain Jepang dan kantor pusat di Inggris, UiPath kini telah memiliki kantor perwakilan di Amerika Serikat, Rumania, India, dan Singapura. Perusahaan itu memiliki 200 pelanggan global dengan pendapatan US$10 miliar lebih.**

BATAS.ID/ —Akihiro Arata, TechnoBusiness Foto-Foto: UiPath

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here