Batas.id~Probolinggo. Video yang berdurasi kurang lebih sebelas menit yang diunggah di youtube  sekitar setahun yang lalu oleh salah satu pengikutnya telah dilihat lebih dari seratus ribu lebih. Dalam video tersebut terlihat Kanjeng Taat Pribadi sedang melakukan ritual penggandaan uang. Dalam ritual tersebut Kanjeng Taat Pribadi mengambil uang yang berada dibelakang badannya. Dalam ruangan itu terlihat pula tumpukan uang pecahan seratus ribu dan limapuluh ribu yang tersusun setinggi orang dewasa. Selain uang yang sudah tertata rapi terdapat juga uang yang berhamburan dan sedang ditata oleh para murid murid pengikutnya.

Tampilan video Kanjeng Taat Pribadi sedang menggandakan uang
Tampilan video diyoutube kanjeng taat pribadi sedang menggandakan uang

Seperti yang heboh sedang diberitakan oleh berbagai media bahwa di Probolinggo  terdapat padepokan bernama Dimas Kanjeng dan memiliki seorang guru bernama Taat Pribadi yang dipercaya bisa menggandakan uang.

Baca Juga  Bakar Al-Quran, Dua Warga Inggris Ditangkap Polisi
Tampilan diyoutube pengikut dimas kanjeng sedang merapikan uang
Tampilan diyoutube pengikut dimas kanjeng sedang merapikan uang

    Taat Pribadi akhirnya ditangkap pihak kepolisian karena diduga melakulan pembunuhan terhadap santrinya sendiri Abdul Ghani yang menurut beberapa kesaksian santri tersebut mau membongkar penipuan yang dilakukan guru padepokan Dimas Kanjeng. selain dugaan pembunuhan , guru sekaligus ustadz di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi juga diduga melakukan penipuan dengan modus operandi bisa menambah jumlah uang atau menggandakan uang dengan syarat yang harus dilakukan oleh pengikutnya    menyerahkan mahar terlebih dahulu. Namun belakangan banyak pengikut yang mencapai ribuan orang ini merasa tertipu karena uang yang dijanjikan bisa bertambah berlipat ganda tak kunjung diserahkan.

    Video penggandaan uang yang dilakukan Taat Pribadi belakangan menjadi viral di situs berbagi video youtube karena rasa penasaran dari para nitizen yang ingin melihat seperti apa Taat Pribadi menggandakan uangnya.

Baca Juga  Kesal Menteri Muhadjir Soal Jual Beli Kursi di Sekolah Favorit