BATAS.ID–Wonogiri–Pergerakan tanah tahun lalu terjadi kini terulang kembali danbertambah, akibatnya puluhan jiwa warga Dusun Joho Desa Gedawung Kecamatan Kismantoro harus diungsikan ditenda pengungsian Kamis (21/2/2019).

Awal gerakan tanah diketahui saat warga melihat adanya tanah amblas sedalam 50 cm yang kemudian terdengar bunyi signal alarm peralatan EWS longsor sekitar pukul 08.30 WIB. EWS yang dipasang di lokasi tersebut pada tahun lalu.

Tanda lainnya air hujan meresap diretakan tanah yang kemudian terlihat juga dari dalam tanah muncul sumber mata air pada bagian bawah yang terdampak longsor.

“Rumah yang rusak parah akibat pergerakan tanah sebanyak 3 unit dengan kondisi terkena dampak longsoran. Data sementara untuk potensi daerah rawan terancam sebanyak 23 KK,70 jiwa dewasa dan anak-anak,” ungkap Kepala Pelaksana BPBDWonogiri, Bambang Haryanto, Jumat (22/2/2019).

“Untuk wilayah yang terancam sudah diperintahkan untuk dikosongkan dari hunian potensi hujan masih terjadi di wilayah tersebut. Keberadaan warga terdampak dan terancam sementara dipindahkan di tempat pengungsian yang telah disiapkan,” tegas dia.

Distribusi dan penyiapan kebutuhan logistik pengungsian, pendirian tenda maupun peralatan dapur umum sudah disiapkan di lokasi titik pengungsian.

Para relawan juga disiagakan untuk piket jaga dipos pengungsian secara bergilir, serta untuk mengecek dan melaporkan kondisi pergerakan tanah.

REYMOND SUPRIYANTO