Ilustrasi by: Google

batas.id~OPINI–Jakarta 4 Nopember 2016, “Waspadai provokator dalam barisan demo. “Siap komandan!!”
Seru seorang lelaki bertubuh tinggi tegap seusai menutup pembicaraannya di telepon dengan seseorang. Lelaki ini berbicara dengan nada yang tegas nan serius di dalam kendaraan umum berjenis kereta api yang melaju ke arah stasiun Gambir.

Dalam percakapan pria tersebut dengan seorang lelaki di seberang telepon sana, ada ungkapan dan dugaan pria ini digambarkan sebagai seorang intel yang sedang menerima perintah dan sedang mengintai keadaan sekitar, termasuk angkutan umum. Percakapan tersebut juga meindikasi bahwa lawan bicaranya, yang diduga adalah komandan intel pusat memberi perintah untuk “tembak di tempat orang yang rusuh di istana”

Baca Juga  Detik-detik Letupan Api di SPBU Tingkir Akibat Knalpot Variasi

Bila dikaji dan cermati, akankah seorang intel sungguhan membiarkan percakapan seperti itu didengar khalayak umum? Tentunya tidak. Bahkan untuk menerima telepon tugas di khalayak umumpun kurang diperkenankan. Namun hal ini malah terjadi di keramaian umum yang menyebabkan adanya ketakutan dari beberapa orang yang sebagian peserta demo siang ini yang berangkat menggunakan angkutan umum.

Sepertinya oknum-oknum ini sengaja diterjunkan oleh beberapa pihak untuk menebar ketakutan akan demo siang ini. Bisa jadi oknum-oknum ini nantinya akan berbuat lebih jauh, yaitu menjadi provokator kericuhan. Redaksi-batas.id