BATAS.ID~Tiongkok– ZTE Corporation, penyedia solusi yang terkemuka dan bertaraf dunia untuk sektor telekomunikasi, teknologi Internet Seluler (Mobile Internet) bagi kalangan bisnis dan konsumer, bekerja sama dengan perusahaan riset pasar IDC dan secara bersama-sama menerbitkan makalah “”Expediting AI for Operations in the Networks of Future”. ZTE meyakini otomatisasi kecerdasan buatan (AI) akan memainkan peran yang lebih besar dalam sektor telekomunikasi serta Kecerdasan Buatan dalam Operasional Jaringan (AI for Operations) menjadi peluang besar bagi penyedia jasa telekomunikasi untuk menempati posisi terdepan dalam bisnis masa depan.

Makalah tersebut memperkirakan, pada 2020, banyak perusahaan akan mampu mengkaji seluruh data yang relevan dan memberi informasi yang dapat ditindaklanjuti. Berbagai perusahaan itu akan mencapai keuntungan produktivitas sebesar $430juta dibandingkan dengan pesaing yang tidak berorientasi pada analisis. Sejalan AI yang terus mengemuka dalam pengelolaan dan pemanfaatan big data, ada lebih banyak perusahaan yang menjajaki cara-cara efektif untuk memakai AI.

ZTE sebagai vendor terkemuka dunia untuk jaringan, terminal dan telekomunikasi telah berinvestasi pada 5G secara besar-besaran, mendorong uji coba jaringan 5G di banyak lokasi di dunia. Proyeksi tentang masa depan hyper-connectivity juga telah membuat perusahaan menjalankan penelitan dan pengembangan tentang Big Data dan AI selama bertahun-tahun ke dalam satu sarana yang diciptakan sendiri – uSmartInsight – guna mempercepat penggunaan AI bagi konsumennya di berbagai jenis industri. uSmartInsight Platform dikembangkan dengan baik untuk bersaing dalam bidang daya komputasi, data dan task scenario.

Kemampuan menggunakan AI akan menjadi keharusan bagi berbagai operator telekomunikasi dalam masa depan jaringan 5G. Aplikasi utama yang potensial mencakup tiga fungsi: Operasional dan Pemeliharaan Jaringan; Keamanan, Konfigurasi Orkestrasi dan Optimasi Jaringan; Operasional dan Dukungan Bisnis. Operasional Jaringan langsung menjadi bidang bagi Otomatisasi berbasis AI untuk menciptakan nilai bisnis. Konfigurasi Orkestrasi dan Optimasi Jaringan akan mengambil banyak manfaat dari AI dalam konteks 5G. Sedangkan, Operasional dan Dukungan Bisnis akan diperbarui secara besar-besaran dengan AI yang terpasang dalam customer engagement interfacesknowledge bases dan job dispatch.

Menyasar jaringan yang terotomatisasi secara penuh dengan peningkatan jangkauan dan kapasitas, ZTE telah menemukan sejumlah skenario penggunaan yang bernilai tinggi untuk kelanjutan penelitian dan pengembangan. 5G Massive MIMO Beamforming dengan bantuan AI dapat memperbesar kapasitas jaringan nirkabel tanpa membutuhkan spektrum tambahan. Secara keseluruhan, Smart Mobility Load Balancing akan terus menyeimbangkan diri dalam jaringan masa depan untuk Radio Frequency Fingerprint yang secara istimewa mengidentifikasi radio pemancar fisik. Sementara, 5G Intelligent Virtual Network Slicing akan digunakan untuk beragam layanan inovatif yang akan didukung jaringan 5G pada masa mendatang. Penting untuk melakukan pemisahan jaringan fisik secara dinamis menjadi jaringan virtual yang berbeda-beda. Hal tersebut dijalankan demi meningkatkan pemanfaatan sumber daya berdasarkan persyaratan kinerja yang berbeda.

ZTE telah menjadikan AI dalam konteks 5G sebagai prioritas investasi strategis. Jaringan 5G yang mendatang akan bergantung secara besar-besaran pada fungsi 5G untuk menjangkau pengelolaan infrastruktur, pengelolaan jaringan dan bisnis serta dukungan operasional.


NRP|PRN