Akhirnya, Scoop Berubah Menjadi Gramedia Digital
  • Tranformasi bisnis itu dilakukan demi mengintegrasikan bisnis satu sama lainnya.
  • Dalam setahun terakhir Gramedia Digital berhasil meningkatkan 50% jumlah pembaca digital.

 

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Meski sempat diprediksi oleh banyak pengamat pemasaran akan terdisrupsi oleh teknologi, rupanya posisi Gramedia sebagai pemimpin pasar penerbitan buku di Tanah Air tetap kokoh dan tak tergoyahkan. Gramedia, yang didirikan pada 2 Februari 1970 dan memiliki 99 toko buku di seluruh Indonesia, menjawab perkiraan pengamat itu dengan masuk ke ranah digital.

Simak Wawancara Eksklusif TechnoBusiness TV:

 

Tidak tanggung-tanggung, Kompas Gramedia, yang merupakan induk toko buku Gramedia, pada pertengahan Desember 2016 mengakuisisi Scoop, platform e-book terbesar di Indonesia buatan App Foundry. Sayangnya, tidak disebutkan berapa nilai akuisisi terhadap platform yang diluncurkan pada 2011 itu.

Baca Juga  Facebook: UKM yang “Go Global” Lebih Percaya Diri

Sejatinya, bagi Gramedia, “menyentuh” Scoop saat itu bukanlah yang pertama kalinya. Pada 2013, konglomerasi bisnis media tersebut sudah turut memimpin pendanaan Seri B atas Scoop senilai US$2,4 juta. Itu berarti, sejak kehadiran Scoop, Gramedia pun sudah menyadari untuk segera menyesuaikan kebutuhan pasar.

Kini, Scoop berubah menjadi Gramedia Digital.

Kini, sejak Januari 2018, Gramedia mengubah nama Scoop menjadi Gramedia Digital. Kelvin Wijaya, Managing Director PT Gramedia Digital Nusantara, anak perusahaan Kompas Gramedia yang menaungi Gramedia Digital, Gramedia.com, dan Jurnal Ruang, mengatakan perubahan nama itu menjadi strategi untuk mengintegrasikan Gramedia Digital dengan Gramedia.com, toko yang menjual buku cetak secara online.

“Kami ingin, ketika pelanggan membeli buku, mereka dapat membelinya di Gramedia dengan beragam alternatif format, baik buku cetak maupun buku digital,” ungkapnya.

Baca Juga  CEO Confidence Rebounds | TechnoBusiness Indonesia

Dhany Saballini, Product Manager Gramedia Digital, menambahkan bahwa yang berubah hanyalah nama Scoop menjadi Gramedia Digital, sedangkan fitur-fiturnya tetap sama.

Sampai saat ini, Gramedia Digital memiliki 4 juta pengguna dan dalam setahun terakhir telah berhasil meningkatkan 50% jumlah pembacanya. Dengan demikian, Gramedia masih tetap menjadi toko buku yang paling besar dan sulit tergoyahkan di Indonesia.●

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: Gramedia

 

Artikel Asli